Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

Suryanews911.com, Padang - Giant Step, band progressive rock legendaris Indonesia yang pernah populer pada tahun 70-an hingga 80-an kini kembali bersinar di blantika musik Indonesia, sejak mereka merilis album terbaru yang bertajuk Life's Not the Same, di Singapura pada bulan Mei 2017 lalu, dalam format CD Audio dan Cassette.

Eksistensi Giant Step di era milineal ini masih dilantunkan oleh vokalis aslinya, Benny Soebardja, diperkuat oleh musisi legendaris Indonesia, Debby Nasution (keyboard), dan tiga orang musisi muda yang sangat mencintai musik era 70-an, Jordan (gitar/flute), Audi Adhikara (bass), dan Rhama (drum).

Melanjutkan rangkaian konser di Tanahair, Giant Step akan menggelar konser 'a Progressive Night with Giant Step' pada hari Sabtu, 9 Desember 2017 di Music Room - Hotel Borobudur, Jakarta. Acara akan digelar dari jam 19.00 - 22.00 WIB.


"Endah tak pernah menyangka diberi kesempatan untuk menjadi opening konser Giant Step, band rock legendaris di Indonesia. Endah akan berusaha memberikan penampilan terbaik, semoga dapat memberikan opening yang bagus untuk konser band rock besar di Indonesia ini, Giant Step," kata Endah, saat kami wawancarai, 28/11/2017.

Endah juga mengatakan, bahwa pada opening konser nanti ia akan tampil membawakan tiga lagu, berjudul 'Rasaku', 'Tuhan Kan Obati', dan ‘Astaghfirullah’. Lagu-lagu tersebut adalah karyanya sendiri, bernuansa slowrock.

"Kami menampilkan Endah di opening konser nanti karena tertarik dengan potensi yang dimilikinya. Endah punya karakter vokal yang khas, dan punya kans untuk berkembang, dan akan lebih menarik kalau tampil sambil main gitar akustik," kata Benny Soebardja, pendiri grup musik Giant Step, saat diwawancari, 28/11/2017.

Saat menutup wawancara, Endah menambahkan, "Semoga setelah tampil di opening Giant Step, mudah-mudahan Yang Maha Kuasa semakin membuka jalan untuk Endah, dan ada musisi atau produser yang mau mendukung Endah agar lebih produktif lagi untuk berkarya."
(Muhammad Fadhli)


Top