Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.BADUNG -- Kedatangan Raja Salman sang penjaga dua kota suci umat Muslim di Bali langsung disambut Menteri Pariwisata Arief Yahya ditemani dengan enam tokoh agama di Indonesia, mulai dari Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), ulama Islam, pendeta Protestan, pastor Katolik, biksu Budha, dan pendeta Konghucu.

"Ada kejadian unik di mana Raja Salman sempat berbincang sejenak dengan Pastor Katolik Romo Venus Dewantara dalam bahasa Arab," kata Arief di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (5/3).

Raja Salman sempat heran dengan Romo Venus Dewantara yang fasih berbahasa Arab. Beliau ternyata pernah kuliah di Mesir. Suasana penyambutan petang itu menjadi akrab dan penuh hormat saat keduanya berbincang.

"Raja Salman sangat menghormati perbedaan," ucapnya.

Keakraban Sang Raja yang sempat diceritakan di akun resmi Instagram Kementerian Pariwisata tersebut disambut positif oleh netizen Indonesia. Mereka salut dengan suasana harmonis yang tercipta sore itu di Bandara Ngurah Rai.

"Karena bahasa bisa mempersatukan suku, agama, ras, dan antargolongan. Semoga Raja Salman juga belajar bahasa Timor nantinya. We proud of you, Romo Venus," tulis Rio Wogell.

Bali adalah Pulau Seribu Pura dengan penduduk mayoritas beragama Hindu. Islam adalah agama terbesar kedua yang dianut 13,37 persen penduduk Pulau Dewata.

Suasana toleransi yang kental antara Muslim dan Hindu di Bali salah satunya ditunjukkan dengan keberadaan Pondok Pesanten Bina Insani di Kabupaten Tabanan, Bali. Pesantren ini berdiri di tengah masyarakat Hindu.

Indonesia beruntung karena memiliki sejarah kemajemukan sangat panjang. Indonesia adalah rumah bagi kemajemukan di mana ada 1.300 etnik hidup di negara ini. Sebanyak 85 persen dari total jumlah penduduk di Indonesia beragama Islam dan merupakan negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia.    (nn/rol)


Top