Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

Suryanews911.com, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM dan PTSP) Sumbar mengandalkan sektor pariwisata, perikanan, tambang dan energi baru terbarukan untuk mendongkrak nilai investasi di Sumatera Barat pada tahun 2017 ini.

Pemerintah Provinsi dalam hal ini menargetkan nilai investasi sebesar Rp6,5 triliun di sepanjang tahun 2017. Nilai tersebut merupakan target berjangka dari pemerintah.

Kepala DPM dan PTSP Sumbar, Miswar Dedi mengatakan pihaknya sudah melirik calon investor dari beberapa negara. Salah satunya yakni Arab, Malaysia, Singapura dan Cina, Norwegia Australia dan Amerika.

"Kami memiliki jangka pendek dan panjang untuk masing-masing sektor dalam pencapaian target investasi," seperti dilansir klikpositif.com


Khusus sektor pariwisata, Miswar menyebut kawasan wisata terpadu Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai merupakan target investor nantinya.

"Selain itu kawasan Gunung Gadang juga masuk dalam target tersebut, hanya saja saat ini masih terkendala dengan pembebasan lahan," jelas Miswar.

Tidak hanya itu, ada persoalan lain yang menjadi penghalang masuknya investasi tersebut. Ia mencontohkan kawasan wisata Mandeh, kawasan wisata sudah banyak dilirik investor namun perlu dilengkapi syarat agar investasi berjalan lancar, seperti DED, Master plann, tata ruang dan studi kelayakan.

"Masih banyak penghalangnya, bagaimana investor mau masuk tapi persoalan lahan dan hal lainnya masih terkendala," tuturnya kemudian.

Selain itu ia menambahkan, target investasi tersebut lebih tinggi ketimbang tahun 2016 kemarin, karena tahun lalu target investasi Sumbar berada pada angka Rp3,8 triliun dengan realisasi mencapai Rp4,9 triliun dalam hitungan BKPM pusat. Disumbang investasi perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) 3,7 triliun dan investasi perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 1,3 triliun.


Top