Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.JAKARTA - Pemerintah Indonesia akhirnya berhasil membebaskan dua warga negara Indonesia (WNI) dari ancaman hukuman mati di Arab Saudi. Dua WNI tersebut diketahui bernama Masamah binti Raswa Sanusi dan Mimin binti Samtari. Hal ini dikatakan  Rahmat Aming, pejabat konsuler KJRI Jeddah yang bersama Atase Hukum KBRI Riyadh, Muhibuddin, ditugaskan menangani kasus Masamah.

Berdasarkan informasi yang diterima Okezone, Kamis (16/3/2017), Masamah yang merupakan asal Cirebon dibebaskan dari hukuman mati oleh KJRI Jeddah dan KBRI Riyadh pada 13 Maret 2017. Masamah terancam mati setelah dituduh membunuh anak majikannya yang berusia 11 tahun pada 2009.

"Dalam kasus hukuman mati qishas yang bisa memaafkan hanya ahli waris korban. Kami harus persisten mengetuk hati ayah korban. Itulah yang kami lakukan sekian lama. Alhamdulillah ada hasilnya," papar Rahmat.

Mimin yang dibebaskan pada 14 Maret 2017 dituding melakukan sihir kepada majikannya. Ia ditahan pada 2012. Mimin dilaporkan telah tiba di Jakarta pada 15 Maret. Sementara proses pemulangan Musammah hingga kini masih diupayakan oleh KJRI Jeddah.

"Ini adalah hasil upaya panjang Tim KBRI dan pengacara. Sejak awal kita memiliki keyakinan bahwa Mimin tidak bersalah," ujar Mihibbuddin, Atase Hukum KBRI Riyadh dan anggota Tim Perlindungan WNI KBRI Riyadh.

Meskipun Mimin sudah dibebaskan, KBRI berencana akan mengajukan gugatan kompensasi kepada penuntut karena menyebabkan Mimin mendekam di penjara selama 5 tahun tanpa bukti yang kuat.   (nn/okezon)


Top