Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.Sarilamak- Akibat bencana banjir dan longsor yang melanda, sebanyak 1.000 siswa di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, masih libur sekolah. Meskipun sudah memasuki hari ke delapan setelah peristiwa itu terjadi. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota Radimas, saat dihubungi dari Payakumbuh, Jumat.

Radimas mengatakan, sebanyak 27 sekolah di delapan kecamatan yang dilanda banjir dalam keadaan rusak sehingga belum dapat melaksanakan Proses Belajar dan Mengajar (PBM).

Sementara itu, banjir yang menggenangi 27 sekolah tersebut memengaruhi kegiatan PBM lebih 3.500 siswa yang tersebar di delapan kecamatan, namun enam kecamatan sudah kembali sekolah seperti biasa. Akan tetapi Kecamatan Pangkalan dan Kapur IX hanya beberapa sekolah yang sudah beroperasi kembali.

"Ada sekitar 3.500 lebih siswa yang tidak bisa sekolah pasca banjir, namun sekarang sebagian besar sudah melaksanakan PBM. Hanya sekitar 1.000 siswa di Pangkalan dan Kapur IX yang belum sekolah," kata dia.

Radimas menyebut mayoritas siswa yang belum dapat sekolah mengalami kerusakan di ruang belajar, bangku, dan meja.

Selain itu kegiatan belajar mengajar juga diakibatkan para siswa masih membantu orang tuanya untuk membersihkan rumah, sedangkan di Kecamatan Kapur IX sudah ada beberapa sekolah yang melaksanakan PBM.   (nn/antara)


Top