Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911. JAKARTA –  Institusi TNI, Polri, dan Badan Intelijen Negara (BIN) adalah milik rakyat. Oleh karena itu, mereka diminta untuk adil dan tidak berpihak pada Pilgub DKI Jakarta. Hal ini dikatakan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, di akun Facebooknya, Minggu (12/2/2017).

“TNI, Polri & Badan Intelijen Negara (BIN) adalah milik negara, milik rakyat. Mereka harus netral, adil dan tidak berpihak,” tulis sosok yang akrab disapa SBY itu.

"Jika Pilihan Salah, Kita Menderita 5 Tahun ke Depan".

Ketua Umum Partai Demokrat itu juga meminta aparat untuk ikut mengawasi agar tidak terjadi kecurangan pada pesta demokrasi warga Ibu Kota. SBY mengaku tak rela jika suara warga Jakarta dicuri.

“Awasi semuanya agar tidak membiarkan kecurangan berlangsung. Jangan rela suara masyarakat Jakarta dicuri, sehingga jika ada orang yang bukan penduduk Jakarta ikut memilih, baik dari luar Jakarta maupun dari negara lain (orang asing), lakukan pencegahan dan laporkan kepada Bawaslu dan pihak-pihak yang berwajib,” sambungnya.

SBY juga mengajak agar Pilgub sebagai wahana demokrasi yang baik. Bahkan, ia mengklaim tidak ingin demokrasi yang dibangunnya selama 10 tahun menjadi presiden hancur.

“Marilah, sekali lagi, kita jadikan pilkada Jakarta ini sebagai wahana demokrasi yang baik. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak baik, yang merusak rasa keadilan dan hak-hak rakyat kita. Sebagai orang yang pernah memimpin negeri ini selama 10 tahun, saya tentu tidak ingin negara yang dengan segala jerih payah dan pengorbanan ini kita bangun, lantas dirusak oleh tangan-tangan yang serakah dan tidak bertanggung jawab. Kita semua tidak rela. Semoga Allah Swt, Tuhan Yang Maha Kuasa, mengabulkan doa dan permohonan kita agar pilkada Jakarta ini benar-benar berjalan dengan aman, tertib dan lancar, serta jujur dan adil,” tandasnya.(nn/okezon)


Top