Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat


SuryaNews911.PADANG--Petugas dari Tim Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan berhasil mengamankan sebanyak 1 lembar kulit harimau, 2 rangkaian utuh tulang belulang harimau dan paruh burung rangkong dalam bentuk cincin dari 5 pelaku yang ditangkap, Minggu 19 Februari 2017 sekitar pukuk 08.00 WIB di Jorong Simpang, Nagari Koto Gadang Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok-Sumbar. Kata Kepala Seksi II BPPLHK Wilayah Sumatera, Edward Hutapea.

Penangkapan tersebut dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat tentang adanya transaksi perdagangan kulit harimau dan bagian-bagian tubuh lainnya di Kabupaten Solok. Kemudian, tim melakukan pengintaian dan mengamankan lima pelaku tersebut.

"Para pelaku ini kami dapati bersama dengan barang bukti dan rencananya akan dibawa ke Kota Padang untuk dijual," ucap Edward di Kantor BKSDA Sumbar.

Menurutnya, kelima pelaku ini yakni, SY (35), petani asal Muara Emat, Kecamatan Merangin, Kerinci-Jambi, N (49), petani asal Desa Bunga Tanjung, Pangkalan Jambu, Merangin-Jambi, IZ (23), sopir asal Jalan Perjuangan Bukit Batrem, Dumai-Riau, SU (33), petani asal Pematang Lingkung, Batang Kerinci-Jambi dan DMS (28), wiraswasta asal Pematang Lingkung, Barang Kerinci-Jambi.

Sementara itu, bersama dengan para pelaku ini juga turut diamankan barang bukti kulit harimau, tulang harimau, paruh burung rangkong, dua unit mobil dan 8 unit telepon genggam. "Para pelaku ini belum ditetapkan sebagai tersangka, mereka masih diperiksa intensif. Kemungkinan sore ini sudah ada yang ditetapkan," ucap Edward.

Para pelaku ini kemungkinan akan dijerat dengan pasal 21 ayat 2 huruf d jo Pasal 40 ayat 2 Undang-undang No.5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman pidana maksimum 5 tahun dan denda 100 juta.

"Para pelaku ini masuk dalam jaringan penjualan satwa langka lintas provinsi. Masing-masing pelaku ini memiliki peran berbeda, mulai dari menjerat, membius, membunuh hingga menguliti," kata Edward.  (nn/klikpositif)


Top