Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat


SuryaNews911.BADUNG -- Indonesia sejauh ini memiliki kapasitas petani on farm yang bagus, namun masih perlu pelaku usaha off farm yang berkualitas. Ini karena produksi pertanian nasional bersifat musiman. Hal ini dikatakan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Hari Priyono.

"Kita punya kapasitas dari sisi ketenagakerjaan on farm yang bagus, namun kekurangan kita adalah di off farm," katanya dalam Workshop 'Advanced Agribusiness Management Course for Executive and Managers' di Kuta, Senin (27/2).

Ia mengatakan, petani atau pelaku usaha off farm mempunyai kemampuan untuk menyimpan, mengolah, memperpanjang masa pakai produk-produk pertanian, dan meningkatkan nilai tambahnya. Hari mengatakan pertanian bukan hanya masalah bibit dan pupuk.

"Jika produksi banyak, namun tak ada yang mau menyimpan, mendistribusikan, dan mengolah menjadi produk bernilai tinggi, maka ini ujung-ujungnya akan menjadi hambatan," katanya.

Menurut Hari, masalah klasik pertanian di Indonesia adalah harga jatuh saat hasil panen banyak. Harga kemudian melambung tinggi saat produksi sedikit. Kondisi ini akhirnya dimanfaatkan tengkulak yang merugikan petani.
Kebijakan pembangunan pertanian di Indonesia adalah mencapai swasembada beras, kedelai, jagung, daging, dan gula berkelanjutan. Peningkatan jumlah penduduk membuat sektor pertanian perlu mengimbangi pertumbuhan permintaan.

Pada 2015, kata Hari produksi beras nasional mencapai 75,5 juta ton. Angka ini merupakan tertinggi selama sepuluh tahun terakhir. Sebagai negara berkembang, Indonesia perlu meningkatkan dan mempertahankan produktivitas pertaniannya untuk mencukupi pangan populasi yang sudah mencapai 250 juta penduduk.   (nn/rol)


Top