Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.JAKARTA -- Hal yang perlu dicermati dari kasus pilot mabuk Citilink adalah tidak terlaksananya serangkaian prosedur pencegahan terjadinya hal tersebut. Mulai dari internal maskapai hingga petugas di Bandara Juanda. Hal ini dikatakan Pengamat penerbangan Alvin Lie, Ahad (1/1).

"Ini menunjukkan lemahnya penegakan peraturan dan kebijakan oleh pejabat-pejabat DitJen (Direktorat Jendral ) Udara," katanya.

Peristiwa ini, lanjut Alvin, menjadi saat yang tepat untuk mengevaluasi pejabat-pejabat di Ditjen Udara. Pemerintah harus meneliti kompetensi dan rekam jejak mereka.

Alvin juga mengatakan pemerintah jangan ragu untuk mencopot Ditjen yang tidak kompeten, atau tidak menempati jabatan yang tepat. Ia menjelaskan Undang-undang nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan mengatur jelas  pilot yang membahayakan nyawa penumpang. Karena itu pemerintah diharapkan tegas terkait hal ini.

Alvin mengutip Pasal 53 Undang-undang  No. 1 Tahun 2009. Setiap orang dilarang menerbangkan atau mengoperasikan pesawat udara yang dapat membahayakan keselamatan pesawat udara, penumpang dan barang, danatau penduduk atau mengganggu keamanan dan ketertiban umum atau merugikan harta benda milik orang lain.

Dalam Undang-undang tersebut, kata Alvin, disebutkan setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan sanksi administratif berupa pembekuan sertifikat; dan/atau pencabutan sertifikat. (nn/rol)


Top