Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.JAKARTA --  Tayangan-tayangan televisi saat ini masih dianggap merugikan kehidupan keagamaan. Bukan hanya Islam, tetapi juga agama-agama di Indonesia lainnya. Hal ini dikatakan Ketua Informasi dan Komunikasi MUI Masduki Baidlowi.
Masduki  menjelaskan, televisi saat ini sudah menjadi wakil atau agen dari kebudayaan populer, yang permisif terhadap nilai-nilai agama, khususnya dalam program-program hiburan.  Selain itu, televisi di Indonesia juga secara keseluruhan telah didominasi oleh kepentingan modal dan industri.

''Sehingga orientasinya adalah bagaimana mengekploitasi untuk mencari keuntungan, maka seluruh 'tangan-tangan' industri itu digerakkan bagaimana supaya keuntungan didapat. Karena itu, moralitas masyarakat tidak menjadi hitungan di situ,'' ujar dia baru-baru ini.

Selain itu, orientasi utama kepada industri pun membuat televisi dianggap abai mematangkan moralitas masyarakat, yang seharusnya menjadi paradigma dan modal sosial yang lebih bagus pada masa mendatang. Hal ini agar masyarakat bisa lebih beradab, lanjut Masduki, sebagaimana seperti dicita-citakan bangsa Indonesia.

Masduki menambahkan bahwa perkembangan televisi yang telah menjadi industri tersendiri bukan sebuah pelanggaran. Di titik inilah perlu ada pengoptimalan peran-peran lembaga-lembaga kontrol, seperti KPI, Komisi I DPR RI, dan Kemenkominfo, terhadap isi tayangan atau lembaga penyiaran yang dianggap permisif terhadap pelanggaran nilai-nilai agama dan moralitas. ‎ (nn/rol)


Top