Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat


SuryaNews911.InfoSehat-- Makanan Pendampin ASI(MPASI) dapat diberikan pada usia 6 bulan. Sebelum memulai pemberian MPASI, harus dinilai kesiapan oromotor bayi.
Perhatikan apakah bayi sudah dapat duduk dengan kepala tegak, bisa mengoordinasikan mata, tangan, dan mulut untuk menerima makanan, serta mampu menelan makanan padat. Tak hanya itu, kemampuan dalam mengelola MPASI juga menjadi bagian penting.

Saat ini banyak sekali orangtua yang bekerja full-time, sehingga memiliki sedikit waktu untuk mengurus anak. Karena itu, kebanyakan orantua memilih MPASI instan yang mudah dan praktis.

Edukasi akan pentingnya pemilihan sumber makanan MPASI perlu diketahui oleh para orangtua. Akses informasi ini juga bisa dengan mudah ditemukan di Internet, majalah, maupun seminar tentang anak.

Mengenai menu MPASI di Indonesia, protein hewani yang banyak dipilih adalah golongan unggas dan sapi. Ikan masih sangat jarang dikonsumsi.

Hal ini mungkin disebabkan karena kurang tersedianya ikan laut segar dan kalaupun ada harganya pun mahal. Ditambah lagi, kebanyakan ikan yang dijual di pasar maupun supermarket adalah jenis ikan air tawar.

Menurut Susi Pudjiastuti, Menteri Perikanan dan Kelautan Indonesia, konsumsi ikan di Indonesia rata-rata 40 kg per kapita setahun. Sedangkan konsumsi ikan di Jepang rata-rata 70-80 kg per tahun. Masyarakat Jepang memang sangat gemar mengonsumsi ikan.

Bagaimana dengan menu MPASI di Jepang? Sama seperti masyarakat Indonesia, mereka juga mengutamakan protein hewani yaitu ikan laut. Selain ikan laut, protein nabati seperti produk olahan kedelai (tofu) juga menjadi favorit.

Pemberian MPASI baik di Indonesia maupun Jepang sama saja. Hal yang membedakan adalah pemilihan sumber makanan yang diolah menjadi MPASI itu sendiri.

Di Jepang, masyarakatnya sangat menggemari ikan dan tofu –di samping sayur atau buah. Sementara itu, masyarakat Indonesia lebih mengutamakan protein hewani jenis unggas dan sapi.(nn/klikdokter)


Top