Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) menyampaikan, 100 ton ikan Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Maninjau mati keracunan dan kekurangan oksigen akibat angin kencang yang melanda daerah itu sejak awal Desember 2016. 

"Angin kencang menyebabkan endapan pakan sisa di dasar danau naik ke permukaan sehingga ikan KJA keracunan dan kekurangan oksigen," kata Kepala DKP, Ermanto di Lubuk Basung, Kamis (8/12/2016) seperti di kutip dari okezone.

Ia menambahkan, ikan yang mati umumnya jenis nila dengan berbagai ukuran, mulai dari benih sampai ikan siap panen. Dari hasil pendataan, kematian ikan di Nagari Bayua sebanyak 20 ton, Nagari Maninjau 20 ton, Nagari Sungai Batang sebanyak 15 ton. 

Kemudian, di Nagari Tanjung Sani sebanyak 15 ton, Nagari Duo Koto 10 ton, Nagari Koto Kaciak sebanyak 10 ton dan Nagari Koto Malintang 10 ton. Akibat kematian ikan ini, petani pembudidaya ikan mengalami kerugian sekira Rp1,9 miliar, karena harga ikan di tingkat pembudidaya sekira Rp19 ribu per kilogram. 
ilustrasi

Ia menyebutkan, sejak beberapa minggu terakhir, daerah itu dilanda curah hujan tinggi disertai angin kencang yang membuat kadar oksigen air danau berkurang dan mengakibatkan kematian ikan dalam tempo beberapa jam. 

Untuk mengatasi kerugian yang lebih banyak petani diimbau untuk melakukan panen dini pada ikan yang sudah bisa dipanen. Petani juga disarankan untuk mengurangi tebar benih ikan dari 10 eibu ekor per petak dengan ukuran 5 x 5 meter menjadi 2.000 per petak serta mengurangi pemberian pakan. 

Salah seorang pembudidaya ikan, Naziruddin mengatakan, pihaknya telah memanen sebagian ikan di keramba jaring apung miliknya, sehingga tidak mati dan tidak mengalami kerugian. 

"Sebagian ikan saya sudah panen setelah curah hujan disertai angin kecang melanda daerah ini," katanya.

Dari data DKP Agam, kematian ikan di Danau Maninjau sepanjang 2016 sudah mencapai 40 ribu ton. Sementara pada 2015 sebanyak 175 ton, pada 2014 sebanyak 1.087,38 ton, 2013 sebanyak delapan ton dan 2012 sebanyak 300 ton.


Top