Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.JAKARTA - Jaksa ek‎sekutor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melakukan penyitaan terhadap aset kasus Tindak Pindana Pencucian Uang (TPPU) Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, di wilayah Jakarta Selatan. Hal ini dikatakan Kabag Publikasi dan Pemberitaan KPK Pri‎harsa Nugraha.
Eksekusi penyitaan aset akan dilaksanakan hari ini, Senin (28/11/2016) setelah sebelumnya sempat ditunda pada Jumat, 25 November 2016.

"Iya dilakukan hari ini, Iya (sempat ditunda)," ujarnya saat dikonfirmasi.

Pri‎harsa mengatakan, sejumlah aset yang akan dieksekusi KPK yakni sebuah rumah toko (ruko) Wijaya Graha yang berada di samping Mapolres Jakarta Selatan, dan sebuah kantor di kawasan Warung Buncit.

Dalam hal ini, Mantan Anggota DPR fraksi Partai Demokrat itu diduga melakukan tindak pidana pencucian uang dengan membeli saham PT Garuda Indonesia menggunakan uang hasil tindak pidana korupsi pemenangan PT Duta Graha Indah sebagai pelaksana proyek Wisma Atlet SEA Games 2011, Jakabaring, Palembang, Sumsel.

Dugaan pencucian uang hasil proyek tersebut digunakan untuk membeli saham Garuda sebesar Rp. 300,85 Miliar oleh Nazaruddin. Selain itu, pencucian uang Nazaruddin dilakukan dengan membeli sejumlah aset berupa tanah dan bangunan.

Dia pun telah divonis enam tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) ‎atas kasus dugaan tindak pidana gratifikasi pembangunan Wisma Atlet SEA Games tahun 2011 dan tindak pidana pencucian uang. (nn/okezon)


Top