Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

Simpang Empat terletak ditempat strategis dipertengahan lintas barat sumatera. Dari Padang kurang lebih ditempuh selama 3 jam dengan jarak 172 km melalui Pariaman, Tiku dan Manggopoh. Sebagaimana namanya, Simpang Empat berada pada persimpangan yang menghubungkan Pasaman Barat dengan daerah tetangganya Pasaman, Madina dan Agam. Sebagai sebuah kota kabupaten yang masih muda, Simpang Empat harus berbenah untuk dapat menjadi kota kabupaten yang representatif, kota yang mampu untuk menjadi pusat pelayanan publik.
Simpang Empat awalnya hanya sebuah jorong di Nagari Lingkung Aur. Dengan adanya pemekaran Kabupaten Pasaman, Simpang Empat di pilih menjadi pusat pemerintahan kabupaten Pasaman Barat. Simpang Empat sekarang sebagai kota kabupaten wilayahnya bukan hanya lagi kejorongan Simpang Empat, tapi meliputi wilayah 2 nagari yakni Nagari Lingkung Aur di dataran rendah dan sebagian Nagari Aur Kuning ( Jorong Sukomananti dan Jorong Padang Tujuh ) dilereng bukit barisan.
Sebagai sebuah wilayah yang tengah dalam pertumbuhan, Simpang Empat saat ini banyak didatangi pendatang untuk mengadu nasib. Daerah yang sebelumnya hanya tanah kosong sekarang banyak didirikan ruko bertingkat. Pasar rakyat hari minggu telah ramai tiap hari. Pedagang kaki lima di pinggir jalan, trotoar tempat pejalan kaki belum ada, pertumbuhan kendaraan tidak seimbang dengan pertumbuhan jalan mulai terlihat sebagai persoalan baru di Simpang Empat. Berbagai kendaraan laris manis, sedangkan jalan yang digunakan masih peninggalan pembangunan 20 tahun yang lalu.
Bupati Pasaman Barat menyatakan bahwa perkantoran dipusatkan di Pasaman Baru, Sukomananti pusat pendidikan dan Simpang Empat sebagai pusat perbelanjaan. Pemda pun berencana untuk mengundang investor agar membangun pusat perbelanjaan yang modern di Simpang Empat sehingga masyarakat Pasaman Barat tidak perlu jauh berbelanja dan wisata ke mall diluar Pasaman Barat.

Belajar dari Bapak Gamawan Fauzi ketika masih sebagai bupati kabupaten Solok, Gamawan Fauzi merencanakan pengembangan ibu kota kabupaten Solok menjadi sebuah kota spesifik yang punya nilai plus dengan berbasiskan potensi lokal. Dengan cor kota taman, dirancang ibukota kabupaten solok menjadi sebuah lokasi yang nyaman dan sejuk sebagai tempat pelepas lelah diakhir pekan bagi mereka yang sibuk seharian di tempat kerjanya. Bukan kota ramas yang semuanya ada di dalam sehingga dalam penataannya menjadi rumit dan menimbulkan banyak masalah dan butuh biaya besar untuk pemecahannya.

Statmen Gamawan Fauzi perlu dipertimbangkan Pemda dan DPRD Pasaman Barat dalam merencanakan pengembangan kota Simpang Empat ke depan. Simpang Empat sebagai sebuah kota akan tumbuh tidak terkendali jika arah pengembangannya tidak terencana baik dari sekarang. Pusat pendidikan, pusat perdagangan dan pusat perkantoran akan menjadikan Simpang Empat sebagai kota tujuan urban besar-besaran. Sebagai konsekwensinya, berbagai persoalan kota yang dialami kota lain akan muncul di Simpang Empat.

Dengan memanfaatkan potensi lokal, Simpang Empat akan tumbuh sebagai kota spesifik ditengah pertumbuhan kota lain di Sumatera Barat. Simpang Empat dapat memanfaatkan lahan subur Pasaman Barat yang mengelilinginya. Perkembangan perkebunan Pasaman Barat telah menghasilkan industri hulu dalam bentuk pabrik CPO. Lebih 10 Pabrik CPO menyebar di Pasaman Barat. Berbagai bentuk industri pertanian lainpun telah dilirik oleh investor. Sangat besar kemungkinan untuk dapat mengembangkan industri hilirnya sehingga hasil pertanian Pasaman Barat dapat disajikan langsung ke konsumen dalam bentuk jadi. Sangat tepat bila pemda Pasaman Barat menjadikan Simpang Empat sebagai kota tempat pemasaran hasil industri yang berkembang di Pasaman Barat.

Sebuah pemikiran yang perlu dipertimbangkan agar pusat pendidikan, industri dan pertanian dibagi ke wilayah lain di Pasaman Barat. Air Bangis, Ujung Gading, Simpang Tiga Ophir, Talu dan Kinali dapat dijadikan alternatif. Simpang Empat sebagai pusat pemerintahan cukup dikembangkan sebagai pusat perdagangan jenis tertentu seperti Bremen di Jerman yang menjadi pusat penjualan tembakau dunia. Sedangkan wilayah di luar di Simpang Empat dikembangkan menjadi lahan pertanian dan industri yang kantor pusatnya ada di Simpang Empat. Simpang Empat dan wilayah sekitarnya jadi satu kesatuan pengembangan yang tak terpisahkan.

Keuntungannya, arus urban dapat ditekan, lapangan pekerjaan tersebar merata di Pasaman Barat. Semua daerah dapat berkembang menurut potensi masing-masing. Air Bangis dengan potensi perikanan. Sasak, Sikilang dan Katiagan Mandiangin daerah wisata pantai. Tak perlu orang Silaping dan Paraman Ampalu jauh ke Simpang Empat mencari kerja karena lapangan pekerjaan tersedia di wilayahnya. Untuk apa pemuda Kinali, Talu dan Ujung Gading sekolah ke Simpang Empat kalaulah pendidikan di daerahnya maju dan bermutu. Kesejahteraan bukan pada sekelompok orang, bukan pada satu wilayah tapi menyebar rata dari Desa Baru sampai Kapundung, dari Sasak sampai Sinuruik. Betul, ini tidak akan terjadi dalam waktu sekejap. Tapi perencanaan yang benar dari awal dan komitmen Pemda bersama masyarakat Pasaman Barat insya Allah akan dapat mewujudkannya untuk 5 – 10 tahun mendatang.


Top